Comfort Zone Kills You

Pernah kebayang gak, kalo lingkungan yang bikin kita paling ngerasa aman dan nyaman justru lingkungan yang membuat kita semakin terpuruk ? Mungkin quotes "Comfort Zone Kills You" gak menggubris orang orang yang belum pernah keluar dari comfort zone mereka. Untuk apa kita harus keluar dari comfort zone kita, kalo kita bisa selalu merasa aman dan nyaman disana . Sebenernya ini adalah salah satu pemikiran yang salah"comfort zone assure you a safe place, but you'll never discover and develeop yourself there", seenggaknya itu apa yang gue rasain setelah step out dari comfort zone gue.

Semenjak pandemi COVID-19 melanda dunia, banyak yang berubah dari dunia yang biasa kita lihat sehari hari. Pandemi ini memaksa kita untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan bersama segala perubahannya, mulai dari penggunaan masker setiap keluar rumah, gak ada lagi berpelukan dengan orang orang karena harus saling menjaga jarak, pembelajaran tatap muka yang harus diganti dengan tatap layar dan kita harus menghemat pengeluaran karena susahnya mendapatkan pemasukan. Memang hal-hal tersebut rasanya sangat berat jika kita membayangkannya, tapi justru hal ini yang bisa membuat kita lebih berkembang untuk mencari ide dan cara untuk melewati pandemi ini. Baik dan buruk suatu hal itu hanya tergantung dari sisi mana kita ngeliat hal tersebut.

Pemaksaan adaptasi di new normal ini memang awalnya terasa asing buat kita, kita dipaksa harus tanggap dengan teknologi. Mungkin untuk kaum milennial, hal itu biasa karena sehari hari selalu berinteraksi dengan teknologi. Namun untuk para orang yang lebih tua, mereka butuh penyesesuaian dengan teknologi- teknologi tersebut. Salah satu contoh adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, mungkin bagi kebanyakan siswa hal itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan, karena pada umumnya kaum milennial lebih tanggap teknologi. Namun beda halnya dengan guru-guru apalagi yang termasuk guru senior, tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempelajari teknologi agar mereka tetap bisa menjalankan pembelajaran online ini.

Kita gak pernah tau, usaha-usaha yang dilakukan guru dibalik layar. Sebagai murid milennial kita harus lebih menghargai lagi usaha yang guru-guru telah berikan ke kita, agar tetap memberikan pembelajaran ke kita walaupun di masa pandemi seperti ini.

Kalau lihat kilas balik ke awal pandemi ini, rasanya berat untuk kita bisa bertahan dalam masa pandemi ini. Tapi coba liat diri kita sekarang, kita sejauh ini masih bisa bertahan di pandemi ini, situasi ini udah membuat kita step out dari comfort zone kita. Diri kita yang sekarang jauh lebih berkembang, lebih kuat, lebih sabar dan lebih menghargai lagi hal hal kecil. Situasi terburuk apapun asal kita selalu punya keyakinan yang kuat dan bisa melihat dari perspektif positifnya, pasti kita bisa ambil hikmahnya sebagai pelajaran terbaik dalam hidup kita. Anggap hidup itu Serendipity, dimana banyak kecelakaan-kecelakaan kecil yang gak terduga tapi justru bawa kebaikan ke dalam diri kita dan bawa kita ke diri kita yang lebih baik lagi. Untuk kamu yang lagi baca ini, kalau lagi merasa terpuruk jangan hilang harapan ya ! Semua hal buruk yang udah kamu alamin pasti bisa bawa diri kamu ke yang lebih baik lagi, kunci terepenting selalu yakin ke diri kamu sendiri, kalo kamu pasti bisa ngelewatin situasi sesulit apapun. Cheers !

Comments

Post a Comment

Popular Posts